menantikanmu dalam jiwaku
sabar ku menunggu, berharap sendiri
aku mencoba merindukan bayangmu
karna hanyalah bayanganmu yg ada
hangat mentari dan terangnya rembulan
mengiringi hari-hariku yg tetap tanpa kehadiranmu
indahnya pelangi yg terbit kala sinar matamu
menebus relung hatiku
pantaskah diriku ini mengharapkan
suatu yg lebih dari hanya sekedar
perhatian dari dirimu
yg kau anggap biasa saja
atau mustikah ku simpan dalam diri
lalu kuendapkan rasa ini terus
oh yeah yeah selama-lamanya
* diriku cinta dirimu
dan hanya itulah satu
yg aku tak jujur kepadamu
ku ingin engkau mengerti
mungkinkah engkau sadari
cinta yg ada di hati ku
tanpa sepatah kata ku ucapkan kepadamu
oh sayang, dapatkah aku memanggilmu, sayang
sampai kapan aku pun tak sanggup tuk pastikan
ku dapat memendam seluruh rasa ini
dengarlah jeritan hatiku untukmu oooh
dengar ku ingin engkau mengerti
apa yg di hatiku sanubariku
kita kan berdua selamanya, yeah
repeat *
ada engkau rasakan
mengapa tak engkau nyatakan
ku akui ku rasakan
suatu saat kan ku katakan
sampai kapan ku bertahan
tuk menantikan kepastian
yakinlah sayang
cinta kita kan menjadi kenyataan
ku ingin engkau mengerti
ku ingin engkau sadari
ku ingin engkau mengerti
ku ingin engkau sadari
ku ingin engkau mengerti
sabar ku menunggu, berharap sendiri
aku mencoba merindukan bayangmu
karna hanyalah bayanganmu yg ada
hangat mentari dan terangnya rembulan
mengiringi hari-hariku yg tetap tanpa kehadiranmu
indahnya pelangi yg terbit kala sinar matamu
menebus relung hatiku
pantaskah diriku ini mengharapkan
suatu yg lebih dari hanya sekedar
perhatian dari dirimu
yg kau anggap biasa saja
atau mustikah ku simpan dalam diri
lalu kuendapkan rasa ini terus
oh yeah yeah selama-lamanya
* diriku cinta dirimu
dan hanya itulah satu
yg aku tak jujur kepadamu
ku ingin engkau mengerti
mungkinkah engkau sadari
cinta yg ada di hati ku
tanpa sepatah kata ku ucapkan kepadamu
oh sayang, dapatkah aku memanggilmu, sayang
sampai kapan aku pun tak sanggup tuk pastikan
ku dapat memendam seluruh rasa ini
dengarlah jeritan hatiku untukmu oooh
dengar ku ingin engkau mengerti
apa yg di hatiku sanubariku
kita kan berdua selamanya, yeah
repeat *
ada engkau rasakan
mengapa tak engkau nyatakan
ku akui ku rasakan
suatu saat kan ku katakan
sampai kapan ku bertahan
tuk menantikan kepastian
yakinlah sayang
cinta kita kan menjadi kenyataan
ku ingin engkau mengerti
ku ingin engkau sadari
ku ingin engkau mengerti
ku ingin engkau sadari
ku ingin engkau mengerti
ku ingin engkau sadari
ku ingin engkau mengerti, oooo
ku ingin engkau mengerti, oooo
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
In August 2009, I had a chance to visit Jakarta for work. That was when I first heard of Maliq and D'essentials. I first bought their 3rd album titled Mata Hati Telinga (outstanding album, but more on that on other posts). Having loved the album instantly, I went looking for more of their collections and found their 1st album titled The First Maliq and D'essentials (re-packaged), inside which I found this engaging, heartfelt melody of unspoken love. The tune smoothly-fluid, the words beautifully-simple, it catches the essence of emotions and tells a tale of love felt, but with lack of courage to be spoken of. It becomes that one thing you fail to be truly honest about, perhaps out of fear of unrequited love.
May you fall in love with it the way I did. And I still am...
No comments:
Post a Comment